Memahami Arus Listrik
Aliran Elektron
Pelajari tentang ArusArus listrik adalah aliran muatan listrik—biasanya elektron yang bergerak melalui konduktor. Memahami arus membantu menjelaskan segala hal mulai dari cara kerja senter hingga mengapa saluran transmisi membawa tegangan tinggi.
Arus AC vs DC
Arus Searah (DC)
- Elektron mengalir dalam satu arah
- Baterai, panel surya, elektronik
- Aliran tetap dan konstan
Arus Bolak-Balik (AC)
- Elektron berosilasi bolak-balik
- Stopkontak dinding, jaringan listrik
- 60 Hz (AS) atau 50 Hz (sebagian besar negara)
Nilai Arus Umum
| Aplikasi | Arus |
|---|---|
| Indikator LED | 10-20 mA |
| Pengisian daya smartphone | 1-2 A |
| Pengisian daya laptop | 2-4 A |
| Sirkuit rumah tangga | 15-20 A (pemutus) |
| Elemen kompor listrik | 20-40 A |
| Pengisi daya kendaraan listrik | 30-50 A (Level 2) |
Hukum Ohm
V = I × R
- Tegangan = Arus × Hambatan
- Hambatan lebih besar → arus lebih kecil (untuk tegangan yang sama)
- Tegangan lebih besar → arus lebih besar (untuk hambatan yang sama)
Kesimpulan
Arus listrik adalah aliran partikel bermuatan, diukur dalam ampere. Arus AC menyalakan rumah dan bisnis kita, berosilasi pada 50-60 Hz. Arus DC digunakan dalam baterai dan elektronik. Hukum Ohm menghubungkan arus dengan tegangan dan hambatan, membentuk dasar teknik kelistrikan.